Showing posts with label Kesuksesan. Show all posts
Showing posts with label Kesuksesan. Show all posts

Thursday, June 20, 2013

Empat pengusaha sukses menuturkan bahwa hal itu sangat penting dan harusnya menjadi prinsip dasar dalam menjalankan usaha.

"Integritas itu sederhananya bagaimana menjalankan sesuatu dengan jujur, gigih, ulet, dan berkompetisi dengan sehat," ujar Erry Riyana Hardjapamekas, membuka talkshow dalam "Entrepreneur Festival" yang digelar Mercedes-Benz Indonesia dan Arka Media di fX Sudirman, Jakarta, Kamis (2/5/2013).

Selain Erry, turut hadir juga sejumlah pembicara lainnya, seperti Elvera N Makki (Deputy Director Corporate Communication & Public Affairs Mercedes-Benz Indonesia), Andhika Anindyaguna (Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia/HIPMI Jaya), dan Era Soekamto (fashion and creative entrepreneur).
http://id-upienawa.blogspot.com/2013/06/mau-sukses-harus-punya-integritas.html
Erry, yang lebih dikenal sebagai pimpinan KPK periode 2003-2007, sudah sering menjabat sebagai direktur dan komisaris di berbagai perusahaan. Kata dia, sebuah bisnis akan terus berlanjut dengan setiap lini, jika pimpinan ataupun karyawan menjunjung tinggi integritas, menjalankan atau mengelolanya dengan baik dan benar.

"Dalam prosesnya, akan ada dilema untuk meraih sukses, seperti akses dalam suap-menyuap. Ini bisa dibilang satu ujian yang mesti dihadapi," ujarnya.

Kedengarannya gampang diatasi, tapi dalam praktiknya sangat menggoda. Makanya, kemudian integritas menjadi penting agar tetap berada di jalur yang benar dan tidak melawan hukum.
"Nilai dan etika berbisnis menjadi penting karena nantinya di kemudian hari terkait dengan kredibilitas," tambah Erry.

Efeknya, pengalaman empat tahun di KPK dengan menjunjung tinggi integritas membuatnya kemudian ditawari komisaris di banyak perusahaan, yang dengan santun dia tolak. Namun hikmah yang bisa diambil dari pengalaman itu adalah, memiliki integritas akan membuat kita dilirik dan mendapat pandangan yang positif oleh banyak pihak.

Hal serupa ditegaskan Elvera, dari Mercedes-Benz Indonesia. Dia menegaskan bahwa integritas menjadi satu dari empat nilai dasar yang dianut perusahaan selain disiplin,passion, dan respect. Jika integritas sudah terbentuk dengan baik, yang lainnya menyusul.

"Integritaslah yang membuat perusahaan bertahan lama dan dipercaya," ujar Elvera.
Mercedes-Benz didirikan awalnya dengan moto menjadi yang terbaik, atau tidak sama sekali. Ini menjadi tolok ukur sejak 125 tahun lalu dalam berbagai hal, seperti produk, desain, berhubungan dengan mitra bisnis, dan bidang terkait lainnya.

"Integritas jadi poin dasar yang saya anut dalam berbisnis, selain dua faktor lainnya, yakni cerdas dan bijaksana," tambah Andhika "Bagoes" Anindyaguna.

Selain itu, dalam integritas ada etika dan kepercayaan, ada partner, market, dan pemerintah. Berhubungan dengan banyak pihak menjadikan integritas menjadi penting sebagai prinsip dasar.
Tantangannya, bagaimana jika cara instan lebih menggiurkan?

Dalam usaha atau meraih kesuksesan tidak ada yang instan. Setiap pelaku usaha baru, pasti pernah punya jatah gagal.

"Makanya semasih muda, habiskan jatah gagal, tapi yang terpenting adalah bagaimana bangkit dari kegagalan itu," kata Bagoes.

Presiden Direktur PT Sugih Energy Tbk ini menuturkan dirinya melalui proses yang cukup panjang, 10 tahun, bergelut di bidang bisnis.

"Saya merasa mulai keluar dari kegagalan empat tahun terakhir, dengan hampir lebih dari 10 kali gagal," ungkapnya.

Melirik pengalaman perusahaan lain yang sukses bertahan dan punya kredibilitas tinggi adalah Iwan Tirta Private Collection. Era Soekamto yang dipercaya sebagai direktur kreatif mengaku sangat merasakan betapa perusahaan punya komitmen yang kuat dalam menjalankan bisnis. Iwan Tirta sudah berjalan 60 tahun, dengan pengembangan yang tidak keluar dari pakemnya.
"Saya kemudian tinggal meneruskan dan menjaganya," ujar Era.

Mau Sukses, Harus Punya Integritas

Nah, apa saja yang harus dipenuhi sebelum Anda menyisihkan dana untuk modal? Simak penuturan perencana keuangan Lutfi Trizki SE, MM, RFA, berikut ini:

1. Dana darurat untuk keluarga.Perhitungannya, jika Anda memilik 1 – 2 anak, dana darurat yang harus disiapkan sebesar enam kali pengeluaran rumah tangga. “Jika Anda berniat untuk memulai usaha, besaran dana darurat yang harus disiapkan adalah setara jumlah pengeluaran selama 9 – 12 bulan,” ujar Lutfi.

Tapi, kalau Anda memiliki tiga anak atau lebih, dana yang disiapkan otomatis lebih besar lagi. Besaran tersebut dapat menjadi dana cadangan jika terjadi hal yang tak diinginkan dalam keluarga atau usaha. “Selisih yang cukup besar itu diasumsikan dapat menutupi kebutuhan ketika bisnis Anda surut sebelum balik modal,” tambah Lutfi.

http://id-upienawa.blogspot.com/2013/06/3-kiat-menyisihkan-dana-pribadi-untuk.html

2. Disiplin mengatur pembukuan keuangan. “Anda harus stick to the budget. Pisahkan uang untuk rumah tangga dan wirausaha agar pertumbuhan usaha dapat diketahui dengan mudah. Banyak sekali wirausahawan yang sulit mendisiplinkan diri, khususnya jika keuangan bisnis dan rumah tangga dipegang oleh orang yang sama,” papar Lutfi.

3. Siapkan asuransi primer. Menurut Lutfi, asuransi jiwa penting untuk penghasil keuangan utama dalam keluarga. “Jadi jika terjadi hal yang tidak diinginkan, ada biaya pertanggungan yang dapat membantu keuangan selanjutnya,” tambahnya. Selain itu, Anda juga harus menyiapkan asuransi kesehatan.

Namun di antara ketiganya, dana darurat tetap yang utama. Pasalnya, menurut Lutfi, ada kalanya Anda akan membutuhkan uang yang dapat digunakan dalam keadaan mendesak. “Contoh yang terburuk jika pasangan meninggal. Pencairan asuransi akan membutuhkan waktu. Ketika itulah dana darurat sangat diperlukan,”

3 Kiat Menyisihkan Dana Pribadi untuk Modal Usaha

Tuesday, June 18, 2013

Pada kesempatan kali ini Info Harian ingin berbagi tentang seputar info wawancara kerja. Dimana wawancara adalah proses krusial kita dapat diterima disuatu peusahaan/ instansi impian kita, kami ingin berbagi kepada sobat tentang Tips Menjawab Pertanyaan Sulit Wawancara.
Tips Menjawab Pertanyaan Tersulit Dalam Wawancara Kerja

http://id-upienawa.blogspot.com/2013/06/tips-menjawab-pertanyaan-tersulit-dalam.html
Karena itu, tentu sobat tahu harus mempersiapkan diri seprima mungkin, baik fisik dan mental. Ketok kali ini akan memberi sobat Tips Menjawab Pertanyaan Sulit Wawancara Pekerjaan untuk menghadapi delapan belas pertanyaan yang paling umum dan tersulit dalam sebuah wawancara pekerjaan.

Beritahukan kami tentang diri Anda?

Biasanya ini merupakan pertanyaan pembuka, karena itu jangan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menjawabnya. Berikan jawaban yang menjawab empat subjek: tahun-tahun terakhir, pendidikan, sejarah kerja, dan pengalaman karir terakhir.

Apa yang Anda ketahui tentang kami?

Ketika pertanyaan ini dikeluarkan, anda diharapkan mampu mendiskusikan produk atau pelayanan, pendapatan, reputasi, pandangan masyarakat, trget, permasalahan, gaya managemen, orang-orang di dalamnya, sejarah, dan filosofi perusahaan. Berikan jawaban yang memberitahu pewawancara bahwa Anda meluangkan waktu mencari tahu tentang perusahaan tersebut, namun jangan beraksi seperti Anda tahu segalanya tentang perusahaan tersebut, tunjukan keinginan mempelajari lebih banyak tentang perusahaan tersebut, dan jangan memberikan jawaban negatif seperti "Saya tahu perusahaan anda mengalami problema-problema, itu alasan saya disini". Tekankan keunggulan perusahaan dan minat Anda terhadap hal tersebut.

Apa yang dapat Anda berikan pada kami (yang orang lain tidak bisa beri)?

Sebutkan prestasi-prestasi dan jenjang karir yang Anda telah capai. Sebutkan kemampuan dan hal-hal yang menarik perhatian Anda, gabungkan dengan sejarah Anda mencapai hal-hal itu. Sebutkan kemampuan Anda menentukan prioritas, mengidentifikasi masalah, dan

Apa yang paling menarik menurut Anda dari pekerjaan ini? Dan apa yang paling tidak menarik?

Sebutkan tiga sampai empat faktor menarik dari pekerjaan yang anda hendak ambil dan satu hal kecil sebagai faktor yang kurang menarik.

Mengapa kami harus merekrut Anda?

Pertanyaan ini saam seperti pertanyaan nomor empat, sebutkan saja kemampuan-kemampuan Anda yang mampu mendukung perusahaan tersebut.

Apa yang Anda cari di dalam sebuah pekerjaan?

Berikan jawaban yang berkisar pada oportunitas di dalam organisasi. Beritahukan pewawancara kalau Anda ingin memberikan kontribusi dan dikenali. Hindari jawaban yang mempersoalkan kestabilan keuangan pribadi.

Menurut Anda, apa definisi dari posisi yang Anda inginkan?

Berikan jawaban yang singkat dan berkisar tentang tugas dan kewajiban. Pastikan Anda mengerti posisi tersebut sebelum Anda hendak menjawab.

Berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk memberikan kontribusi berarti bagi kami?

Beri jawaban yang realistik. Beritahukan pewawancara bahwa walaupun Anda akan berusaha mengatasi segala harapan dan tantangan dari hari pertama, Anda membutuhkan sekitar enam bulan untuk benar-benar mengerti organisasi perusahaan dan kebutuhannya.

Berapa lama Anda akan bersama kami?

Beritahukan pewawancara bahwa Anda tertarik berkarir bersama perusahaan tersebut namun Anda ingin tetap tertantang untuk mencapai target bersama.

Dari resume Anda, kami rasa Anda terlalu berpengalaman untuk posisi ini. Bagaimana pendapat Anda?

Ini pertanyaan jebakan. Anda diharapkan untuk tetap rendah hati namun percaya diri dengan kemampuan Anda. Cara terbaik menanganinya adalah menjawab bahwa Anda butuh mengenal perusahaan lebih jauh sebelum dapat dengan efisien bekerja di tingkat yang lebih tinggi.

Kenapa Anda meninggalkan pekerjaan Anda yang sebelumnya?

Anda sebaiknya menjawab pertanyaan ini dengan jujur namun singkat dan jelas termasuk jika hal tersebut karena Anda dipecat. Namun yang perlu diperhatikan, Anda sebaiknya jangan menyebutkan konflik pribadi. Perlu Anda perhitungkan bahwa pewawancara mungkin akan bertanya banyak soal masalah ini, jangan sampai Anda terbawa emosi.

Apa yang Anda rasakan ketika harus meninggalkan pekerjaan Anda?

Beritahu pewawancara bahwa Anda merasa khawatir namun jangan terkesan panik. Katakan bahwa Anda siap menerima segala resiko demi mendapatkan pekerjaan yang cocok untuk Anda. Jangan menunjukan bahwa Anda lebih mementingkan kestabilan keuangan.

Pada pekerjaan Anda sebelumnya, apa yang berkenan dengan Anda? Dan apa yang tidak berkenan?

Berhati-hatilah dalam menjawab pertanyaan ini dan kemukakan hal-hal positif. Deskripsikan lebih banyak hal yang Anda sukai daripada yang Anda tidak sukai. Jangan menyebutkan masalah pribadi. Jika Anda membuat pekerjaan sebelumnya terkesan buruk, pewawancara akan bertanya-tanya mengapa Anda berada disana. Hal ini jelas mengurangi profesionalisme Anda.

Apa pendapat Anda tentang bos Anda sebelumnya?

Ini juga pertanyaan yang harus Anda jawab dengan hati-hati. Sebisa mungkin jawablah pertanyaan ini dengan positif karena calon bos Anda akan merasa Anda akan membicarakan hal-hal buruk tentang dia seperti apa yang telah Anda lakukan terhadap bos yang terdahulu.

Mengapa Anda tidak mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di usia Anda?

Lagi-lagi ini bisa menjadi pertanyaan jebakan. Beritahukan pewawancara bahwa inilah alasan Anda mencari lowongan pekerjaan di perusahaan tersebut. Jangan bersikap defensif.

Berapa gaji yang Anda minta?

Ini pertanyaan yang mengiurkan, namun pastikan Anda menyebutkan angka kisaran yang Anda yakin merupakan gaji yang pantas atau bertanya pada pewawancara berapa kisaran pada pekerjaan sejenis. Jika Anda diberi pertanyaan ini dari awal wawancara, sebaiknya Anda mengelaknya dengan mengatakan Anda ingin tahu seberapa banyak tanggung jawab yang akan Anda pegang di perusahaan tersebut. Tekankan bahwa Anda lebih mementingkan pekerjaannya namun jangan menjual standar Anda.

Apa target jangka panjang Anda?

Untuk menjawab pertanyaan ini, Anda lagi-lagi diharuskan meneliti perusahaan tersebut dan mengetahui rencana dan/atau target mereka lalu memberikan jawaban yang singkron dengan milik perusahaan.

Seberapa sukses yang Anda rasa telah capai?

Berikan jawaban yang positif dan percaya diri, namun jangan memberikan jawaban yang berlebih. Jangan membuat pewawancara merasa Anda seorang yang suka membesar-besarkan sesuatu.

Demikian sobat informasi dari kami tentang "Tips Memjawab Pertanyaan Wawancara" Semoga bermanfaat untuk sobat dalam menyusun/menghadapi wawancara kerja,

Tips Menjawab Pertanyaan Tersulit Dalam Wawancara Kerja

Disiplin, Kunci Sukses Berwirausaha
Image by : Istimewa
Banyak yang mengatakan bahwa berwirausaha itu layaknya naik roller coaster: Naik dan turun, melaju dalam berbagai kecepatan, baik cepat maupun lambat, kadang di atas, kadang di bawah. 

Dan saat berhenti, para wirausaha pucat pasi, merasa seolah-olah darah mereka tercecer di sepanjang jalur roller coaster tersebut. Menegangkan, sekaligus mengasyikkan.

Nah, saking asyik berkutat sebagai pengusaha, kerap kali Anda lebih sibuk mencari uang tanpa mempedulikan hal-hal yang seharusnya Anda mulai lakukan, atau bahkan yang menjadi hak Anda. Padahal, mumpung perusahaan masih kecil, inilah saat yang tepat bagi Anda untuk berdisiplin. 

Berikan upah kepada diri Anda.Nyatanya, para wirausaha cenderung mengabaikan apresiasi kepada diri sendiri dalam bentuk uang. Padahal, Anda sudah bekerja, maka Anda layak digaji. Tak usah dalam jumlah yang bombastis, namun paling tidak mencukupi kebutuhan dan gaya hidup Anda sebelum mulai berwirausaha. Targetkan kenaikan gaji Anda pula, sehingga Anda semakin bersemangat. Sebaliknya, pada saat perusahaan mendapatkan penghasilan yang besar, dengan sistem ini Anda tidak tergoda untuk menghambur-hamburkannya karena tahu ‘hak’ Anda hanyalah sebesar gaji. Ya, mungkin bisa sedikit Anda tambah dengan bonus. Tetapi intinya, menggaji diri sendiri, sekalipun itu adalah perusahaan Anda, akan mendisiplinkan Anda sebagai wirausaha.
http://id-upienawa.blogspot.com/2013/06/disiplin-kunci-sukses-berwirausaha.html
Pisahkan uang Anda dan perusahaan. Yang kerap terjadi, para wirausaha lalai membuat sistem keuangan perusahaan. Pikir mereka, ‘Toh, usahanya masih kecil.’ Padahal, memiliki sistem keuangan sejak perusahaan masih kecil akan menumbuhkan kedisiplinan di masa mendatang. Uangperusahaan pun tak akan bercampur dengan uang pribadi, dan sebaliknya, sehingga kinerja perusahaan dapat terlihat dengan nyata. Kalaupun ada uang pribadi yang terpakai perusahaan, buat catatan dan masukkan sebagai utang perusahaan. Sebaliknya, kalau Anda yang memakai uangperusahaan, juga buat catatan dan jadikan sebagai piutang perusahaan. 

Asetku, asetmu. Dalam memulai sebuah usaha, wajar saja kalau Anda menggunakan aset pribadi sebagai pendukung awal. No problem. Tetapi yang Anda harus ingat adalah Anda harus selalu membuat catatan aset, berapa pun kecilnya. Bila pada akhirnya Anda merelakan aset tersebut menjadi milik perusahaan, lakukan pembaruan pada daftar aset.

Disiplin Kunci Sukses berwirausaha

10 Tip Memulai Usaha Kecil dan Meraih Sukses
Image by : Istimewa
Kalau Anda melihat Bill Gates atau Mark Zuckenberg, pasti Anda tergiur dengan kekayaan mereka yang luar biasa. Tapi sadarkah Anda, bahwa mereka juga memulai semuanya dari usaha kecil mereka. Dan tak satupun dari mereka yang menduga bakal mencetak keberhasilan seperti sekarang.http://id-upienawa.blogspot.com/2013/06/10-tips-menjadi-sukses.html
Perusahaan pemula yang berubah menjadi perusahaan sukses bernilai miliaran bahkan triliunan, dalam dunia bisnis tak bedanya dengan pemenang lotere. Meletakkan semua uang Anda dan berharap mendapatkan jackpot, Anda justru bakalan terpuruk.

Berikut 10 aturan untuk memulai usaha kecil. Daftar ini lebih untuk membuat Anda menyadari kenyataan yang ada, ketimbang gila-gilaan mengejar impian terdahsyat Anda dalam berbisnis.

Lebih realistis. Saat membuat model bisnis, coba lihat ke sekeliling dan cari contoh sukses dari model bisnis yang Anda kehendaki, lalu pelajari. Bila Anda tak dapat menemukan, entah Anda yang luar biasa jenius, atau model bisnis Anda tidak bakal berhasil di dunia nyata.

Jangan menginvestasikan uang sendiri. Karena kebanyakan bisnis adalah perjalanan yang berisiko, carilah partner. Jadi, jika semuanya tidak berjalan semua rencana, Anda tidak bakal bangkrut karena dana start-up tadi, dan tidak dikejar utang.

Perbudak diri sendiri. Jika Anda tidak bersedia bekerja keras, lembur, melupakan keuntungan pribadi dan kesehatan, maka wirausaha bukan untuk Anda. Pada awalnya, Anda pasti tidak akan mampu membayar karyawan, sekalipun karyawan yang murah. Jadi, karyawan Anda, adalah Anda sendiri.

Hargai waktu. Beri nilai uang pada waktu Anda, misalnya Rp20 ribu perjam. Ini akan membantu saat Anda harus mengambil keputusan: Bila sebuah toko mengenakan biaya Rp10 ribu untuk pengiriman setiap minggu, dan Anda membutuhkan waktu 2 jam untuk pergi ke toko tersebut sendiri, maka bayar terus ongkos kirim dari perusahaan tersebut, karena lebih murah. Ini mungkin bertentangan dengan aturan ke 3, tapi bahkan budak sekalipun juga memiliki nilai ekonomi.

Rekrut karyawan dengan baik. Tanpa memedulikan ukuran usaha Anda, pada akhirnya Anda akan merekrut karyawan dari luar. Untuk itu, lakukan proses rekrutmen dengan hati-hati, tanpa tergesa-gesa, dan perlakukan hal tersebut sepenting saat Anda memulai usaha. Sangat disayangkan sikap pemilik usaha yang punya visi untuk usahanya, tapi merekrut karyawan yang justru menghalanginya meraih visi tersebut.

Jual kelebihannya, bukan harganya. Saat Anda memulai usaha, sudah sewajarnya Anda frustasi memasarkannya.Tapi, jika Anda bersaing pada harga, Anda pada akhirnya kan menjual dengan harga pas-pasan atau bahkan di bawah modal. Kuasai keahlian berkomunikasi dengan pelanggan, untuk menjelaskan bahwa harga produk Anda lebih tinggi karena memiliki nilai yang lebih baik.

Ketahui angka dasar. Mengetahui berapa banyak uang yang Anda butuhkan untuk menjalani usaha – mulai dari sewa toko, listrik, asuransi karyawan, sampai harga tinta printer, kertas, dan pajak. Lalu bagi semua itu dengan berapa hari dalam setahun Anda akan buka, dan… itulah angka dasar – jumlah minimum pendapatan yang Anda butuhkan setiap hari. Jika Anda tidak pernah berpikir tentang angka dasar, coba pikir ulang.

Gunakan teknologi terbaru. Teknologi anyar seperti aplikasi dan penyimpaanan data dengan cloud technology sangat murah dan membuat perusahaan kecil dapat bersaing dengan perusahaan besar. Manfaatkan teknologi rendah biaya yang ada di pasaran.

Perlakukan vendor dengan baik. Perlakukan vendor dan suplier Anda sebaik mungkin, seperti halnya Anda memperlakukan para pelanggan. Mereka bisa saja memberikan diskon berdasarkan besarnya volume pemesanan Anda, atau bahkan demi menjaga hubungan baik, serta berharap ada peningkatan volume di masa mendatang. Hubungan yang baik membuat mereka juga dapat memahami keterlambatan pembayaran, bahkan memberikan pengiriman gratis.

Jadilah yang terbaik. Anda tidak boleh setengah-setengah.Setiap hal yang Anda lakukan untuk klien harus lah yangterbaik. Apapun yang Anda buat dan jual, haruslah yang terbaik. Lakukan itu terus menerus, dan kekuatan word of mouth akan menyebar.

10 tips menjadi sukses

 
Upie Nawa Blog © 2015 - Designed by Templateism.com